Jumat, 30 Maret 2012

tugas akir

NAMA :DONI DWIYANTO
NO :15
 KELAS : X_TPA

Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara baik dan benar

1. Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
a) Apakah kamu sudah belajar malam ini?
- Umumnya : udah belajar belom lu?

b) Apa yang kamu lakukan sekarang?
- Umumnya : lagi ngapain lu?

c) Sejak kapan anda tinggal di Tangerang?
- Umumnya : Dari kapan tinggal di Tangerang?

d) Berapakah jarak rumah anda ke sekolah ?
- Umumnya : Dari rumah ke sekolah jauh gak ?

e) Sudah berapa lama anda menunggu bus di sini ?
- Umumnya : udah lama nunggu bis nya?


Contoh lain Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
• Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
• Rino : Sudah saya kerjakan pak.
• Pak guru : Baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
• Rino : Baik Pak,akan segera saya kumpulkan.

Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1) Berapakah Ibu mau menjual wortel ini ?
(2) Apakah abang Becak bersedia mengantar saya ke Stasiun Gambir dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3) Berapa nih bu, harga wotel nya ?
(4) Ke Statiun Gambir,berapa bang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar